Selasa, 07 Maret 2017

Hanya perihal bagaimana

Teruntuk kalian yang Allah takdirkan masih membersamai kedua orangtuanya dan Allah takdirkan pemahaman agama orang tua siapun dari kita masih kurang/awam. Semoga tulisan ini bisa menjadi wasilah untuk kita semua agar sama-sama mengajak dan membersamai mereka.
Hal yang pertama yang kita sebagai anak bisa lakukan adalah bermuhasabah terhadap diri kita sendiri. Renungkan sudah sesering apa kita mendoakan ayah dan ibu kita. Jangan-jangan kita sibuk menyalahkan ayah dan ibu kita. Tapi kita sendiri lupa untuk menyebut nama mereka dalam waktu-waktu terbaik kita.
Yang kedua adalah muhasabah  terkait berbagi ilmu. Jangan hanya kita sendiri yang sering hadir di taklim dan kajian-kajian agama. Namun ayah dan ibu kita bahkan tidak mengenal kajian dan asing ditelinganya. Jika dibandingkan zaman sekarang yang mana kajian-kajian agama sudah sangat gampang ditemui, bisa jadi dulu zaman ibu kita masih mengandung kita kajian agama adalah hal yang sulit didapat. Terlebih jika niatan saat itu orangtua kita sudah ingin belajar agama namun ditunda hanya karena fokus mengurusi kita saat kecil. Tentu tidak ada salahnya jika hari ini kita bergantian sedikit meluangkan waktu untuk mengajak dan berbagi terkait ilmu yang kita telah peroleh. ( karena kadang kita selalu mengutuk kegelapan namun kita tak pernah  mau membawa lentera lilin) karena harusnya ilmu adalah hal yang pertama kita bagi kepada ayah dan ibu kita sebelum harta. Karena ilmu lah terlebih ilmu agama yang akan menyatukan kelak kita disurga bersama mereka.
Dalam penyampainya pun perlu kita perhatikan faktor-faktor dan cara-cara bagaimana menyampaikan pesan dan ilmu kepada ayah dan ibu kita agar bisa diterima, dan percayalah bahwa proses ini memerlukan waktu dan tidak instan.
Contoh kisah :
Ada seorang laki-laki yang sudah mengkhitbah seorang perempuan dan ingin melangsungkan pernikahan yang syar’i. Namun kendala orangtua yang melarang dan tidak merestui proses pernikahan mereka, karena orangtua mereka fikir semuanya bertengtangan dengan kefahaman dan tradisi yang sudah diyakini sebelumnya.
Saat si lelaki ini ditanya kapan memberitahu orangtua anda terkait niat proses pernikahan yang ingin dilakukan secara syar’i .laki-laki itu menjawab 1 bulan yang lalu.  
Padahal anak lelaki ini sudah mendalami agama beratahun-tahun lamanya.
Wajar jika orangtua mereka tidak memahaminya, karena mau tidak mau mereka juga butuh waktu untuk memahami ilmu yang kita sampaikan, atau dalam kisah ini konsep pernikahan yang di inginkan.
Jikalau makanan yang kita makan saja perlu waktu 6 jam untuk dicerna dan diurai dalam pencernaan kita. Maka sudah sepatutnya kita terapkan dalam merubah sesuatu yang salah dalam hal apapun apalagi kepada ayah dan ibu kita, perlu waktu dan tidak instan terlebih menata kehidupan oranglain.
Masih ingatkah dulu kita juga sering membatah saat diperingati ?
Saya masih ingat ketika SD saja kita kadang bandel ketika diberitahu hal oleh guru padahal itu hal yang  baik. Atau saat kita dulu belum hijrah pasti pernah sinis dan merasa menolak saat ada nasehat kepada diri kita.
Karena sekali lagi hidayah itu tidak ada yang tahu datangnya kapan dan dari siapa. Kita ga pernah tahu kapan pintu hati seseorang bisa terbuka. Dan ketika Allah sudah menakdirkan hidayah dan membuka pintu hati itu, maka jadilah kita orang yang berusaha untuk menjadi kunci hidayah itu.Hati itu miliknya allah, kita hanya ikhitiar , tapi berharaplah ke Allah.
Ayo manfaatin waktu bersama orangtua kita yang mungkin ada diantara kalian yang orangtuanya sudah usia senja. kita ga ada yang tahu juga berapa lama lagi umur ayah dan ibu kita, nabi Muhammad saw aja 63 tahun. kalo pun ada orangtua kita yang usianya sudah lebih dari itu , mungkin itu mah bonus aja dari Allah. Dan mari kita akhiri tulisan ini dengan azzaam yang kuat untuk tidak lupa menyebut ayah dan ibu dalam doa-doa terbaik kita, dan semoga doa itu terdengar dan di Aaminkan oleh para Malaikat.

“ ya Allah bukakanlah pintu hidayah untuk ayah,ibu, kakak, adik dan saudara hamba. Dan jadikanlah masing-masing dari kita sebagai kunci pembuka pintu hidayah itu “ 

Aamin

    Senin, 06 Maret 2017

    Kebaikan yang Mati

    Inalillahi wa innailaillhi roji’un



    Telah matinya nurani dan akal sehat sebagian masyarakat indonesia terlebih sesama muslim. Mendengar kabar terkait penolakan, pengusiran dan pembatalan sebuah kajian islam yang dilaksanakan d isidoardjo hari ini. Kajian islam yang mengahdirkan ust khalid basalamah sendiri merupakan agenda yang sudah terjadwal seblumnya yang bertempat di surabaya namun saat terjadi penolakan pihak panitia dan ust khalid basalamah akhirnya memutuskan untuk memindahkan lokasinya di sidoardjo jawa timur.
    Saya pribadi bukan orang yang sering mendengar kajian beliau tapi saya percaya apa yang disampaikan adalah hal kebaikan yang sumbernya adalah Al-Qur’an dan Hadist tidak ada bedanya beliau dengan ustadz ustadz lainya. Hanya mungkin beda metode penyampaianya dan akhirnya ust khalid basmalah lebih dikenal dengan pembahasan fiqih yang ringan disampaikan kepada jamaah. Entah apa yang ada dbenak mereka sekelompok orang yang menolak diselenggarakanya kajian tersebut,dengan dalih khawatir isi ceramah yang disampaikan memecah persatuan bangsa. Namun dengan gelap mata tanpa tau apa yang disampaikan lantas mereka berbuat semaunya. Yang sangat disayangkan mereka yang menolak adalah umat muslim juga. Apa tidak ada cara lain yang lebih baik ketika menemui kekeliruan dalam agenda itu, semisal memang agenda kajian itu benar-benar bisa memecah belah persatuan bangsa atau dengan tuduhan-tuduhan yang sekelompok orang tadi punya. Apakah dengan cara mengepung masjid dan berteriak-teriak pantas dilakukan kepada agenda yang ketika di suatu forum Allah disebut , maka malaikat sedang menaungi agenda tersebut.
    Lantas kemana juga hukum yang selalu di nomor satukan di Negeri ini (katanya). Saya lihat melalui beberapa dokumentasi yang ada terlihat aparat kepolisian ada namun seperti tidak ada pengarunya. Ketika gereja bisa dijaga seaman mungkin, agar jemaat gereja bisa beribadah dengan tenang , maka mengapa di Negeri yang mayoritas muslim ini agenda seperti ini bisa berhasil dibatalkan oleh segelintir oknum, yang jelas membuat kepanikan  dan rasa tidak tenanguntuk seluruh umat islam. Jika memang benar jamaah dan juga agenda kajian ini untuk memecah belah persatuan bangsa maka hari itu juga, saat itu juga pertumpahan darah bisa terjadi. Dari beberapa sumber menyatakan jumlah jamaah lebih banyak daripada masa yang menolak diluar. Sungguh islam mengajarkan bagaimana menampakan kebaikan dengan ushwah (tauladan yang baik). Bagaimana ulama begitu dipatuhi dan menjadi sebuah komando untuk bisa mengikuti apa yang ust khalid basalamah sampaikan. Maka dengan berat hati kajian dibubarkan , dan jamaah dipulangkan.
    Sungguh Allah telah mengatakan bahwa islam datang dalam keadaan asing, dan akan kelak akan kembali asing. Tapi sungguh ironis jika islam menjadi asing di negara ini yang kemarin begitu semaraknya menyambut Raja Salman. Apakah tidak ada pemaknaan dari hegomoninya penyambutan Raja Salman. Mengapa spirit islam tidak diterapkan pada aspek-aspek lainya.
    Terakhir pantaslah tulisan ini diawali dengan inalillah karena telah perginya dari hati sebagian masyarakat dinegeri akan nilai-nilai kebaikan yang ada. Ntah siapa dibalik ini semua , ntah apa maksd dari ini semua. Tapi percayalah tentang al-haq yang pasti akan menang, dan besar harapan kejadian ini tidak terulang kembali, dan semoga islam tidak menjadi barang menakutkan yang diakui hanya sebagai simbolisasi tanpa pemkanaan. Dan semoga islam tidak diakui hanya saat pernikahan dan kematian saja. Karena aspek islam sangat luas. Dan salah satu mempelajari aspeknya dengan mendalami al-Qur’an melalui kajian-kajian islam.
    x