Inalillahi wa innailaillhi roji’un
Telah matinya nurani dan akal sehat sebagian masyarakat indonesia terlebih sesama muslim. Mendengar kabar terkait penolakan, pengusiran dan pembatalan sebuah kajian islam yang dilaksanakan d isidoardjo hari ini. Kajian islam yang mengahdirkan ust khalid basalamah sendiri merupakan agenda yang sudah terjadwal seblumnya yang bertempat di surabaya namun saat terjadi penolakan pihak panitia dan ust khalid basalamah akhirnya memutuskan untuk memindahkan lokasinya di sidoardjo jawa timur.
Saya pribadi bukan orang yang sering mendengar kajian beliau tapi saya percaya apa yang disampaikan adalah hal kebaikan yang sumbernya adalah Al-Qur’an dan Hadist tidak ada bedanya beliau dengan ustadz ustadz lainya. Hanya mungkin beda metode penyampaianya dan akhirnya ust khalid basmalah lebih dikenal dengan pembahasan fiqih yang ringan disampaikan kepada jamaah. Entah apa yang ada dbenak mereka sekelompok orang yang menolak diselenggarakanya kajian tersebut,dengan dalih khawatir isi ceramah yang disampaikan memecah persatuan bangsa. Namun dengan gelap mata tanpa tau apa yang disampaikan lantas mereka berbuat semaunya. Yang sangat disayangkan mereka yang menolak adalah umat muslim juga. Apa tidak ada cara lain yang lebih baik ketika menemui kekeliruan dalam agenda itu, semisal memang agenda kajian itu benar-benar bisa memecah belah persatuan bangsa atau dengan tuduhan-tuduhan yang sekelompok orang tadi punya. Apakah dengan cara mengepung masjid dan berteriak-teriak pantas dilakukan kepada agenda yang ketika di suatu forum Allah disebut , maka malaikat sedang menaungi agenda tersebut.
Lantas kemana juga hukum yang selalu di nomor satukan di Negeri ini (katanya). Saya lihat melalui beberapa dokumentasi yang ada terlihat aparat kepolisian ada namun seperti tidak ada pengarunya. Ketika gereja bisa dijaga seaman mungkin, agar jemaat gereja bisa beribadah dengan tenang , maka mengapa di Negeri yang mayoritas muslim ini agenda seperti ini bisa berhasil dibatalkan oleh segelintir oknum, yang jelas membuat kepanikan dan rasa tidak tenanguntuk seluruh umat islam. Jika memang benar jamaah dan juga agenda kajian ini untuk memecah belah persatuan bangsa maka hari itu juga, saat itu juga pertumpahan darah bisa terjadi. Dari beberapa sumber menyatakan jumlah jamaah lebih banyak daripada masa yang menolak diluar. Sungguh islam mengajarkan bagaimana menampakan kebaikan dengan ushwah (tauladan yang baik). Bagaimana ulama begitu dipatuhi dan menjadi sebuah komando untuk bisa mengikuti apa yang ust khalid basalamah sampaikan. Maka dengan berat hati kajian dibubarkan , dan jamaah dipulangkan.
Sungguh Allah telah mengatakan bahwa islam datang dalam keadaan asing, dan akan kelak akan kembali asing. Tapi sungguh ironis jika islam menjadi asing di negara ini yang kemarin begitu semaraknya menyambut Raja Salman. Apakah tidak ada pemaknaan dari hegomoninya penyambutan Raja Salman. Mengapa spirit islam tidak diterapkan pada aspek-aspek lainya.
Terakhir pantaslah tulisan ini diawali dengan inalillah karena telah perginya dari hati sebagian masyarakat dinegeri akan nilai-nilai kebaikan yang ada. Ntah siapa dibalik ini semua , ntah apa maksd dari ini semua. Tapi percayalah tentang al-haq yang pasti akan menang, dan besar harapan kejadian ini tidak terulang kembali, dan semoga islam tidak menjadi barang menakutkan yang diakui hanya sebagai simbolisasi tanpa pemkanaan. Dan semoga islam tidak diakui hanya saat pernikahan dan kematian saja. Karena aspek islam sangat luas. Dan salah satu mempelajari aspeknya dengan mendalami al-Qur’an melalui kajian-kajian islam.
x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar